Diduga Mengancam Warga Dengan Sajam, Pelaku Penganiayaan Dikecamatan Karangpawitan Terancam 10 Tahun Penjara

oleh -96 Dilihat
oleh

KABAR GARUT – Rabu, 09 November 2022. Bertempat di Mako Polsek Karangpawitan Polres Garut. Kapolsek Karangpawitan didampingi kanit Reskrim Polsek Karangpawitan dan Kasi Humas Polres Garut Gelar Pers Release Kasus tentang dugaan memiliki, menguasai senjata tajam tanpa ijin dan dugaan tindakan penganiayaan.

Dalam press releasenya, Kapolsek Karangpawitan menerangkan dasar dari Pers Release nya adalah laporan polisi NO. LP B 96 XI 2022 JPR Polres Garut Sek/Karangpawitan tanggal 2 November 2022, pasal yang di sangkakan adalah pasal 2 ayat 1 UU RI no 12 tahun 1951 dan atau pasal 351 ayat 1 KUHP, dengan tersangka sodara VR bin HR dan pelapornya adalah sodari Sinta Nurmalasari binti Asep Saefudin.

Waktu kejadian hari Rabu Tanggal 02 november 2022 sekitar pukul 05.00 WIB di Kampung Babakan Carik RT 03 RW 12, Kelurahan Lengkongjaya, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut.

Tersangka di ancaman dengan hukuman penjara maksimal 10 tahun itu undang undang daruratnya, dan 2 tahun 8 bulan untuk pasal 351 ayat 1 KUHP, perihal  kondisi korban waktu kejadian mengalami luka di bagian mulut, di kaki dan di tangan sudah di visum dan kita lagi menunggu hasil visumnya, Korban sendiri sekarang sedang dalam perawatan di rumah.

Korban ini sebetulnya adalah istri dari tersangka namun statusnya adalah nikah sirih tidak nikah resmi sehingga yang kita sangkakan adalah penganiayaannya, kemudian barang bukti yang kita sita adalah satu buah golok yang dipakai oleh tersangka untuk mengancam kepada siapapun yang akan menangkap menurut pengakuan tersangka.

Kronologis terjadinya penganiyaan, bahwa tersangka ini sudah sering melakukan penganiayaan terhadap istrinya atau korban dan puncaknya terjadi pada tanggal 2 november 2022 dimana setelah sampai di rumah tersangka ini bertengkar kemudian di dalam mobil pun sempat memukul karena teriak – teriak korban pun lari dan di kejar di tendang akhirnya jatuh dan bibirnya mengenai aspal itu yang menyebabkan korban terluka, kemudian tersangka ini masuk ke dalam rumahnya dan beberapa warga sebenarnya akan menangkap karena warga itu sendiri mengetahui bahwa tersangka membawa senjata tajam, maka warga langsung menghubungi pihak kepolisian dan pada pagi hari itu anggota polsek langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka dan menemukan barang bukti senjata tajam di bawah bantal, jadi tersangka itu sendiri selalu membawa senjata tajam di kala pergi kemana mana karena menurut pengakuan tersangka berdalih untuk menjaga jaga apabila ada masyarakat yang akan menangkap.

Tersangka ini salah seorang residipis dari Bandung yang mendapat hukuman penahanan selama 2 tahun 4 bulan dalam pasal 365 kasus pencurian dengan kekerasan (curas) pada tahun 2017.

No More Posts Available.

No more pages to load.