Kombo Manfaat Tanam Tanaman Keras bagi Warga Garut

oleh -70 Dilihat
oleh

KABARGARUT.com, Garut – Tingginya ancaman kerusakan ekosistem hutan akibat alih fungsi lahan di Garut, Jawa Barat, membuat Perhutani Divisi Regional Jawa Barat dan Banten berbenah. Perhutani terus mengampanyekan gerakan penanaman pohon atau tanaman keras di area lahan warga.

Kepala Perhutani Divisi Regional (Kadivre) Jawa Barat dan Banten Amas Wijaya mengatakan, musibah longsor yang memutuskan arus jalur Darajat Blok Cikupakan, Desa Karyamekar, Kecamatan Pasirwangi, Garut, 19 November lalu, diduga karena kerusakan ekosistem akibat minimnya tanaman keras di wilayah itu.

“Memang topografinya sudah seperti ini dan komoditi yang ditanam holtikultura musiman seperti sayuran,” ujar dia di sela-sela penanaman di Petak 38G, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Simpang, Bayongbong, Selasa (12/12/2021).

 

 

Menurutnya, kehadiran tanaman atau pohon keras di area perhutanan masyarakat dinilai penting dalam upaya menjaga ekosistem hutan, termasuk serapan air saat musim hujan tiba.

“Kita berupaya mengembalikan fungsi lingkungan ini dengan cara melakukan penanaman pohon atau tanaman relatif keras,” kata dia.

Untuk itu, lembaganya mengajak masyarakat untuk mulai melakukan perbaikan pola tanam salah satunya dengan pola Multipurpose Tree Species (MPTS) atau tanaman kehutanan yang menghasilkan buah sebagai hasil hutan, di luar kayu.

“Mudah-mudahan dengan gerakan ini kesadaran masyarakat timbul lagi, bahwa fungsi hutan sebagai ekologi, ekonomi dan sosial harus berjalan,” kata dia.

Pola MPTS, ujar dia, dinilai efektif dalam menjaga ekosistem alam, termasuk meningkatkan daya serap air oleh tanaman serta memiliki nilai keekonomian bagi petani.

“Jangan hanya ekonomi saja, jangan hanya ekologi atau lingkungan saja, tapi juga masyarakat juga harus bisa hidup di sela-sela hutan itu,” dia mengingatkan

 

No More Posts Available.

No more pages to load.