PDAM Tirta Intan dan Sekolah Sungai Cimanuk Menggelar Diskusi Bersama Pada Momen Peringatan Hari Air Se-Dunia

oleh -325 Dilihat
oleh

Garut, Realita Indonesia-

PDAM Tirta Intan Garut bersama Sekolah Sungai Cimanuk menggelar diskusi bertajuk “Mengupas Tuntas tentang Pelestarian Sumber Mata Air, Air Tanah, Membuat yang tak Terlihat, Terlihat. Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia tersebut berlangsung di Aula Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kabupaten Garut, Selasa (22/03/2022).

Pada acara tersebut, tampak hadir Sekda Garut, Nurdin Yana, Kepala Dinas PUPR Garut Ir. Luna, dan sejumlah tamu undangan perwakilan dari beberapa dinas di kabupaten Garut.

Kepada awak media usai kegiatan, Kabag Umum PDAM Tirta Intan Garut, Iim menyebutkan dengan adanya momen hari air sedunia ini, kita diharapkan bisa kembali menyediakan air baku yang murah dan berkualitas tinggi. Apalagi acara ini sangat berkaitan dengan kelangsungan hidup PDAM dalam melayani masyarakat.

“Dulu kita sangat bangga bisa melayani masyarakat dengan biaya termurah se-Jawa Barat, namun sekarang sulit sekali mendapatkan air baku yang bersih dan berkualitas,” ungkap Kabag Umum Perumda Tirta Intan Garut.

Disampaikan Iim, saat ini pemerintah daerah mendapatkan banyak kendala terkait ketersediaan air baku yang bersih. “Air baku tidak ujug-ujug (tiba-tiba), tapi membutuhkan proses yang cukup lama dan membutuhkan anggaran juga,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Iim berharap kepada Pemerintah, supaya lebih konsentrasi terhadap penyediaan air baku, juga semua SKPD bisa support agar kebutuhan layanan dasar ini dapat terlayani dengan baik.

“maka dari itu gunakanlah air dengan bijak dan bayarlah tepat waktu, agar kita dapat terus melayani masyarakat,” imbau Iim.

Lebih jauh, tatkala disinggung terkait salah satu penyebab terjadinya banjir di perkotaan ysng disinyalir akibat adanya crossing pipa PDAM di saluran air atau irigasi, Iim menjelaskan bahwa awalnya pemasangan pipa tersebut berada di atas gorong-gorong, “Dan, seiring dengan waktu terjadi perubahan struktur karena saluran drainase diperbesar. Posisi pipa PDAM sebenarnya tak berubah, namun karena salurannya tadi yang diperbesar, ya otomatis sekarang menjadi melintang di saluran air. Upaya antisipasinya, ya kita harus lebih inten lagi dengan melakukan koordinasi Dinas Teknis terkait,” terangnya.

Terkait kejadian tersebut, Atas nama Perumda Tirta Intan Garut, Iim pun berjanji akan melakukan perbaikan pipa-pipa PDAM yang telah terjadi croosing di saluran air, agar tidak terjadi penyumbatan air akibat sidementasi maupun sampah.

Sementara itu, hal senada diungkapkan tokoh aktivis lingkungan Kabupaten Garut, Mulyono Kadafi (Kang Mul) yang juga turut hadir sebagai penggagas acara.

Menurut Kang Mul, sekarang di tanggal 22 maret bertepatan dengan hari air sedunia, kita (Sekolah Sungai Cimanuk) turut serta memperingatinya dengan cara menggelar diskusi tentang bagaimana caranya agar kita memiliki kepedulian untuk memelihara mata air dan air tanah dari yang tak terlihat menjadi terlihat.

“Ketika air tanah itu keluar dan dikonsumsi, tentunya bisa menjaga kesehatan, apalagi dimasa pandemi corona saat ini, semua wajib dan harus cuci tangan pakai air yang bersih, apalagi air ini kan kebutuhan kedua setelah udara,” ucapnya

Lanjutnya, didalam diskusi ini kita juga menyamakan persepsi perihal bagaimana pelayanan publik itu terjadi kepada masyarakat, khususnya terkait kepedulian semua SKPD untuk bisa menjaga air itu sendiri, “Semisal kalau ada yang buang sampah atau buang limbah, maka akan terhadap kotornya air. Dan, akan sangat berbahaya apabila mengkonsumsi air yang kotor, malah menimbulkan penyakit bukannya menjadi sehat,” tegasnya.

(W. Hanafia)

No More Posts Available.

No more pages to load.